Friday, January 8, 2016

PRINSIP KERJA KACAMATA 3 DIMENSI


Dalam perkembangan teknologi yang sangat pesat, dunia hiburan tentu akan terus dikembangkan, terutama dalam hal cara menikmatinya. Dulu kita harus menyaksikan televisi dengan gambar yang tak sesuai warnanya (hitam-putih). Selanjutnya, ditemukan televisi berwarna dengan tabung yang bentuknya masih besar. Lalu teknologi meringkasnya menjadi TV flat dalam bentuk LCD. Lalu berkembang ke LED dan plasma TV. Saat ini kita dapat menikmati TV 3 dimensi menggunakan kacamata polar di rumah masing-masing. 

Film 3D adalah sebuah teknologi dimana penonton mengharuskan menggunakan kacamata 3D merupakan pengalaman yang sangat luar biasa. Bagaimana tidak? Film 3D dapat membuat orang seolah benar-benar merasakan air menciprati dirinya, bahkan seolah kita berada dalam film tersebut dan sangat dekat. Sebuah perasaan yang menkjubkan, terlebih jika menonton film 4D sangat real dan dipastikan kita akan mencobanya lagi.

Teknologi 3D saat ini menjadi teknologi dengan pasar ekonomi tinggi yang diterapkan mulai dari film bioskop, kacamata 3D, games, hingga televisi. Sehingga Nonton Film 3D pun bisa dilakukan bersama keluarga di rumah bersama televisi 3D.



Tahukah kamu bagaimana cara kerja kacamata 3D yang menjadi salah satu pilihan keren dalam nonton film? Kalau belum tahu, begini penjelasannya! Film 3D adalah sebuah teknologi dimana penonton mengharuskan menggunakan kacamata 3D merupakan pengalaman yang sangat luar biasa. Bagaimana tidak? Film 3D dapat membuat orang seolah benar-benar merasakan air menciprati dirinya, bahkan seolah kita berada dalam film tersebut dan sangat dekat. Sebuah perasaan yang menkjubkan, terlebih jika menonton film 4D sangat real dan dipastikan kita akan mencobanya lagi. Teknologi 3D saat ini menjadi teknologi dengan pasar ekonomi tinggi yang diterapkan mulai dari film bioskop, kacamata 3D, games, hingga televisi. Sehingga Nonton Film 3D pun bisa dilakukan bersama keluarga di rumah bersama televisi 3D.


Binocular Vision (Penglihatan Binokular)
Penglihatan binokular adalah penglihatan di mana kedua mata digunakan bersama-sama. Kata binokular berasal dari dua kata bahasa Latin, bini untuk ganda, dan oculus untuk mata.
Bersyukur manusia dilengkapi dengan dua mata dan sistem penglihatan yang benar-benar menakjubkan. Untuk melihat obyek sampai sekitar 20 kaki (6 sampai 7 meter) jauhnya, dengan sistem penglihatan binokular memungkinkan kita dengan mudah mengatakan dengan akurasi yang baik seberapa jauh suatu objek. Misalnya, jika ada beberapa objek di bidang pandang kita, otomatis kita bisa mengatakan mana yang lebih jauh dan yang dekat, dan seberapa jauh mereka. Jika kita melihat dunia dengan satu mata tertutup, kita masih dapat melihat jarak, tapi akurasi penglihatan menurun dan harus bergantung pada isyarat visual, yang lebih lambat.
Untuk melihat seberapa banyak perbedaan sistem penglihatan binokular, mintalah seorang teman melemparkan bola ke kita dan mencoba untuk menangkapnya sambil menutup satu mata. Atau bisa juga mencobanya di ruang yang cukup gelap atau pada malam hari, di mana perbedaan tersebut bahkan lebih terlihat. Hal ini jauh lebih sulit untuk menangkap bola dengan hanya satu mata terbuka dibandingkan dengan dua mata terbuka.
Sistem penglihatan binokular bergantung pada fakta bahwa dua mata terpisah sekitar 2 inci (5 cm). Oleh karena itu, setiap mata melihat dunia dari perspektif yang sedikit berbeda, dan sistem penglihatan binokular di otak kita menggunakan perbedaan untuk menghitung jarak. Otak memiliki kemampuan untuk mengkorelasikan gambar yang dilihatnya dalam dua mata meskipun sedikit berbeda.
Jika kita pernah menggunakan View-Master atau penampil stereoscopic, berarti kita telah melihat sistem penglihatan binokular secara nyata. Dalam View-Master , setiap mata dihadapkan dengan gambar. Dua kamera memotret gambar yang sama dari posisi yang sedikit berbeda untuk membuat gambar-gambar. Mata kita dapat berkorelasi dengan gambar-gambar secara otomatis karena setiap mata hanya melihat salah satu gambar.

Kacamata Binokular
Binokular adalah alat yang dipegang dengan tangan dan dipakai untuk membesarkan benda jauh dengan melewati tampilan dua rentetan lensa dan prisma yang berdampingan. Prisma dipergunakan untuk mengembalikan tampilan dan memantulkan cahaya lewat refleksi internal total. Binokular menghasilkan bayangan yang benar dan tidak terbalik seperti teleskop.
Dapat dikatakan binokular adalah dua teleskop yang dijadikan satu menghasilkan penglihatan 3 dimensi bagi pemakainya.

Jenis dan Cara Kerja Kacamata 3D
 
Di bioskop, alasan mengapa memakai kacamata 3-D adalah untuk memberi hasil gambar yang berbeda ke mata kita. Layar benar-benar menampilkan dua gambar, dan kacamata 3D menyebabkan salah satu gambar masuk ke satu mata dan gambar yang lain untuk masuk ke mata lainnya.  
Kacamata 3D dapat dibagi menjadi dua kategori: pasif dan aktif.  3D glasses aktif berinteraksi secara nirkabel dengan gambar pada layar untuk meningkatkan tampilan 3D, sedangkan kacamata pasif tidak. Kacamata 3D pasif dibagi menjadi dua subkategori utama: anaglyphic dan kacamata terpolarisasi.


Sistem Warna (Anaglyph): Merah / Hijau atau Merah / Biru

Sistem merah / hijau atau merah / biru sekarang terutama digunakan untuk televisi efek 3D, dan digunakan di banyak film 3D. Dalam sistem ini, dua gambar yang ditampilkan pada layar, satu merah dan lainnya dengan warna biru (atau hijau). Filter pada kacamata hanya mengizinkan satu gambar untuk masuk ke setiap mata, dan otak kita melakukan sisanya. 
Di layar, dua gambar didominasi merah dan hijau/biru diproyeksikan dengan menggunakan proyektor tunggal.Penonton diberi kacamata 3D dengan satu lensa merah dan biru atau hijau lainnya tergantung pada warna film. Bagian merah dari gambar terhalang oleh lensa hijau dan sebaliknya. Ini memungkinkan dua retina untuk membentuk dua gambar yang berbeda dan karenanya ilusi optik kedalaman diciptakan.


Namun, warna penyaringan oleh lensa terdistorsi warna akhir dan banyak di antara penonton menonton film 3-D mengeluh sakit kepala dan mual. Kualitas gambar juga rendah tidak sebagus sistem Polarisasi yang digunakan di era modern ini.
Kacamata 3D Sistem Polarisasi


Di Disney World, Universal Studios, dan tempat 3D lainnya, metode yang disukai dan paling populer adalah dengan menggunakan lensa terpolarisasi karena memungkinkan melihat warna secara jelas. Dua proyektor disinkronkan pada proyek dua pandangan masing-masing ke layar, masing-masing dengan polarisasi yang berbeda. Kacamata hanya mengizinkan salah satu gambar ke setiap mata karena mengandung lensa dengan polarisasi yang berbeda.
Kacamata terpolarisasi pasif beroperasi atas dasar yang sama seperti kacamata anaglyph, hanya saja kacamata ini lebih kepada menyaring gelombang cahaya daripada warna.Satu lagi, dua gambar yang identik dan sedikit tumpang tindih, kecuali dalam hal ini setiap gambar terpolarisasi untuk memproyeksikan cahaya yang berbeda dari yang lain. Dengan kacamata 3D terpolarisasi, setiap mata hanya memproses satu gambar. sehingga pikiran kita tertipu untuk memadukan dua gambar menjadi satu, menciptakan pengalaman menakjubkan 3D. Berbeda dengan 3D anaglyphic, yang dapat diproyeksikan dari layar manapun, 3D polarisasi bekerja lebih baik dengan layar yang dapat menyampaikan frekuensi cahaya berbeda tanpa mengorbankan kualitas gambar.
ini adalah FAQ tentang kacamata red cyan (anaglyph)

Q: Apakah kacamata 3D anaglyph red/cyan dan green/magenta ini bisa digunakan di TV biasa? Atau harus ditambah alat khusus supaya bisa keluar efek 3Dnya?

A: Kacamata 3D anaglyph bisa digunakan untuk semua TV (kecuali TV hitam putih) baik itu TV tabung, LCD, TV plasma, monitor dsb. Selain TV, alat yang dibutuhkan antara lain DVD player biasa dan film DVD 3D Anaglyph. Tidak perlu tambahan alat khusus lagi.



Q: Apa perbedaan fungsi dari kacamata red/cyan (merah/biru) dengan green/magenta (hijau/magenta) juga dengan amber/blue?

A: Pada dasarnya, film 3D anaglyph ada 3 macam, yaitu film 3D red/cyan, green/magenta dan amber/blue. Warna kacamata harus menyesuaikan film yang mau kita tonton.

Kacamata red/cyan berfungsi untuk menonton film 3D red/cyan, kacamata green/magenta untuk film 3D green/magenta dan kacamata amber/blue untuk menonton film 3D amber/blue.



Q: Kalau saya hanya mau beli 1 jenis warna kacamata saja, warna apa yang sebaiknya saya ambil?

A:  Untuk yang mau membeli 1 jenis saja, disarankan mengambil warna red/cyan karena lebih umum. Selain filmnya lebih banyak,  warna red/cyan kompatibel dengan software 3D untuk PC games (iz3d, nVidia 3D  driver), serta bisa digunakan untuk melihat foto 3D, YouTube 3D dan komik 3D



Q: Apa saja judul-judul film 3D tersebut  beserta masing-masing warna kacamatanya?

A: Beberapa judul film 3D yang terbaru antara lain:

Warna red/cyan: Polar Express 3D, National Geographic Sea Monsters 3D, Final Destination 3D, Fly Me To The Moon 3D.

Warna green/magenta: Coraline 3D, My Bloody Valentine 3D, Journey to The Center Of The Earth 3D dan Bob’s Big Break 3D.

Warna amber/blue: Ghost from the Abyss 3D dan Chuck 3D.



Q: Dimana saya bisa mendapatkan film-film 3D tersebut?

A: Googling banyak gans, yang jual di kaskus juga banyak.



Q:Saya lihat di website tersebut ada dua format film 3D, yaitu DVD dan MKV. Bisa dijelaskan perbedaan dari masing-masing format tersebut?

A:Untuk film 3D dengan format DVD, sama seperti film DVD biasa yang umum ada di pasaran, bisa diputar di DVD player biasa.

Untuk film dengan format MKV, umumnya merupakan file movie hasil konversi/kompres dari BluRay (BluRay ripped).

Kelebihan MKV ini adalah resolusi yang lebih tinggi (bisa full HD 1080p). MKV tidak bisa diputar di DVD player, hanya bisa disetel di PC dengan processor minimal Core 2 Duo atau setara, dengan software Media Player Classic. Atau bisa juga dengan HD player seperti Play On HD, WDTV, dsb.



Q: Bagaimana sebenarnya cara kerja kacamata 3D?

A: Kita bisa melihat efek 3D apabila mata kiri dan mata kanan kita melihat objek yang sama dari dua sudut pandang yang berbeda, sama seperti cara kerja mata kita sehari-hari. Untuk mengeluarkan efek 3D tersebut, film mengeluarkan 2 gambar sekaligus, yaitu gambar untuk mata kiri dan kanan. Fungsi kacamata 3D adalah untuk memilah gambar untuk mata kiri dan gambar untuk mata kanan.



Q: Mengapa harus ada 2 warna untuk setiap kacamata?

A: TV biasa (TV tabung, LCD, monitor) hanya memiliki 1 buah layar sehingga satu-satunya cara untuk memisahkan kedua gambar hanyalah dengan warna. Logikanya adalah, apabila mata kiri kita menggunakan lensa berwarna merah, mata tersebut tidak bisa melihat semua objek berwarna merah yang ada di TV. Begitu juga sebaliknya, mata kanan kita yang menggunakan lensa berwarna biru tidak bisa melihat objek berwarna biru. Dengan begitu ada gambar berbeda yang tersembunyi dan timbul di kedua mata kita, sehingga tercipta efek 3D.



Q: Dengan lensa yang terdiri dari 2 warna tersebut, bukankah warna gambar yang kita tonton akan menjadi kacau dan membuat pusing?

A: Saat pertama kali mencoba, umumnya orang akan merasa seperti itu. Efek tersebut akibat dari warna yang berbeda pada masing-masing mata, sehingga otak perlu beradaptasi untuk mencampur warna tersebut menjadi satu. Setelah beberapa waktu (sekitar 5-10 menit), warna akan kembali hampir seperti semula, hanya menjadi sedikit lebih gelap (seperti memakai kacamata hitam). Hal ini karena campuran warna antara red + cyan atau  green + magenta atau amber + blue = abu-abu.



Q: Saya sudah mencoba beberapa film 3D dengan kacamata anaglyph. Efek 3Dnya memang keluar, tapi mengapa beberapa film masih terlihat berbayang?

A: Seperti jawaban pertanyaan no. 8 di atas, mata kita yang menggunakan lensa berwarna merah diharapkan tidak bisa melihat objek/bayangan di tv yang berwarna merah juga. Hal ini bisa tercapai apabila warna merah di TV sama persis dengan warna merah dari lensa kacamata. Begitu juga dengan warna biru.

Hanya saja seringkali hali ini sulit tercapai karena warna dari masing-masing merek LCD/TV/Monitor yang tidak sama, ditambah lagi warna film yang dikeluarkan masing-masing rumah produksi tidak sama.

Akibatnya, mata kiri kita masih bisa melihat gambar yang seharusnya hanya buat mata kanan, atau sebaliknya, sehingga terjadi apa yang disebut ghosting (berbayang). Meskipun pada umumnya bayangan tersebut hanya samar-samar saja dan bisa diabaikan.



Q: Adakah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi ghosting tersebut?

A: Disarankan untuk mematikan lampu ruangan, karena seringkali sinar dari lampu merubah warna yang keluar dari TV/LCD, terutama lampu dengan warna kuning/warm white. Selain itu bisa diatur brightness/contrass pada TV sampai ghosting hilang/berkurang.